Jumat, 08 Juli 2016

Mimpiku



MIMPIKU

  Perkenalkan namaku Rizky Nugraha Putra. Panggilan ku sebenarnya ada banyak tetapi teman – temanku lebih sering memanggilku dengan panggilan Iky atau Nugraha. Ya memang terdengar aneh. Tapi aku tak mempedulikannya. Bagiku ialah sebuah  nama takkan tampak elok, kecuali dengan kepribadiannya yang elok pula. Menurut hasil riset, dengan menanyai beberapa temanku, mereka bilang aku ini pendiam, terkadang pecicilan dan kadang terlihat konyol. Tapi aku suka menghabiskan waktuku dengan mendengarkan musik, berselancar di Internet dan menggambar.
            Semua  ini bermula di saat aku sedang asyik berselancar di internet, aku melihat sebuah rangkaian kata – kata yang saat ku baca memeiliki makna yang sangat menginspirasiku ku. Ya. Rangkaian kata – kata itu adalah dari sang Motivator “ Mario Teguh  “, beliau berkata:
Cita – Citaku Tinggi
Aku ingin menjadi yang terbaik dalam melakukan apa yang kulakukan.
Aku tak harus mengalahkan siapa pun, karena yang harus kukalahkan hari ini dan setiap hari adalah kualitas hidupku yang kemarin.
Tak peduli apa komentar orang lain.
Aku menjaga cita – citaku tinggi.
Ini hidupku, ini pilihanku.
#Mario Teguh
             Dari Kata – kata tersebut lah yang menginspirasiku sampai sekarang ini, aku terus bersemangat setiap kali ku membaca kata – kata tersebut.
            Seolah – olah aku memiliki ambisi yang besar dan memiliki jiwa yang kuat untuk menggapai mimpi. Apa? Mimpi? Ya tentu saja,  pasti semua orang memiliki mimpi, dari mimpi yang belum tercapai maupun mimpi yang sudah tercapai. Namun, pernahkah kalian mengalami kegagalan dalam menggapai mimpi kalian? Pastinya pernah bukan? Nah begitupun denganku, tidak hanya satu dua kali saja aku mengalami kegagalan dalam menggapai mimpiku, bahkan berkali – kali dan terkadang dalam benakku aku merasa lelah dalam mengejar mimpiku.
            Saat pertama kali ku mendengar cita – cita adalah ketika aku masih TK, yaitu ketika Bu Guru bertanya kepada muridnya satu persatu “ Apa cita – cita kalian kalau sudah besar anak – anak ?, dengan seketika waktu itu aku langsung tegas menjawab “Aku ingin menjadi polisi Bu Guru”. Entah mengapa dulu aku ingin sekali menjadi polisi karena setiap saat aku melihat polisi itu sepertinya menjadi polisi itu keren, gagah, bisa membrantas para pelaku penjahat dan bisa mengatur rambu lalu lintas. Dan cita – cita ku ingin menjadi polisi pun berlanjut hingga ke jenjang SD. Waktu terasa begitu cepat tak terasa aku sudah berada di Jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP. Ketika SMP aku lebih suka menggambar karena aku sangat suka seni hingga suatu hari aku berkeinginan untuk menjadi seniman atau arsitektur. Dan ketika waktu kelulusan SMP aku berkeinginan sekali untuk melanjutkan ke jenjang SMK dengan jurusan animasi, akan tetapi kenyataan tak seperti apa yang kita harapkan, banyak pertimbangan dari orang tua dan alasan – alasan tertentu yang mengakibatkan aku untuk tidak melanjutkan sekolah ku ke jenjang SMK Jurusan Animasi. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan study ku ke jenjang selanjutnya yaitu SMA.
            Hari demi hari ku lewati saat ketika aku berada di SMA ,ketika aku SMA aku sangat suka dengan komputer. Ya, waktu SMA memang hari – hari ku berada di depan komputer, sudah seperti teman sendiri komputer itu bagiku karena tugas – tugas yang memang harus menggunakan komputer ketika waktu aku SMA. Hingga saat kenaikan kelas 2 SMA  terdapat pemilihan jurusan antara IPA dan IPS. Tanpa berfikir panjang aku memutuskan untuk mengambil jurusan IPA berhubung nilai rapot ku cukup bagus dalam bidang IPA ketika aku masih duduk di kelas 1 SMA dan aku sudah ada niat dan mimpi untuk mengambil Teknik Informatika Ketika aku melanjutkan ke Jenjang Prguruan Tinggi. Selama 2 tahun sampai kelas 3 SMA aku lewati hari – hari ku menjadi anak IPA, hingga tak terasa Ujian Nasional ( UN ) pun sudah di depan mata. Aku mulai bersemangat untuk menghadapinya, pemikiranku untuk lanjut ke perguruan tinggi pun semakin bulat. Setelah pengumuman tiba aku pun cukup senang karena nilai UN ku tidaklah buruk  dan sangat memuaskan diatas rata – rata Nilai Standar kelulusan yang diberikan oleh pemerintah.
            Tapi entah kenapa kegalauan tentang mimpiku pun belum berakhir, ternyata aku tidak lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN), ya, memang ketika aku mendaftar SNMPTN aku memilih PTN yang bisa dibilang peminatnya cukup banyak dan termasuk untuk lolos itu kemungkinannya sangat kecil, yaitu UNPAD dengan jurusan Teknik Informatika ,Teknik Geologi sedangkan di IPB aku mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Aku berusaha untuk tetap semangat untuk dapat masuk ke Perguruan Tinggi Negri (PTN) pada waktu itu dengan mengikuti berbagai ujian seperti SBMPTN dengan mengambil PTN ITB dengan jurusan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (SETI) dan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) dengan jurusan Teknik Informatika dan Management, SIMAK UI, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) dan juga Politeknik Negri Bandung (POLBAN), namun keberuntungan tidak berpihak kepadaku, aku tidak sama sekali lolos dalam berbagai Ujian yang aku ikuti waktu itu. Aku pun mulai gelisah dan frustasi pada waktu itu karena aku belum sama sekali masuk ke Perguruan Tinggi Negeri satu pun.
            Waktu pun mulai berlalu, aku pun  melupakan semua itu. Hingga akhirnya aku mencoba mendaftar untuk masuk di salah satu Perguruan Tinggi yang berada di daerah depok, Jawa Barat. Dan alhamdulillah aku di terima di Perguruan Tinggi tersebut di jurusan Teknik Informatika. Sebelumnya aku tidak pernah pernah berfikir bahwa aku masuk ke Perguruan tinggi tersebut dan walaupun Perguruan Tinggi tersebut tidak Negri tetapi Jurusan yang diterima pun yang aku minati. Tapi inilah hidup, terkadang apa yang kita pikirkan tidaklah sama dengan kenyataannya. Belum tentu apa yang kita pilih adalah yang terbaik untuk kita.
            Inilah skenario kehidupan ku. Tinggal memilih ingin menjadi penonton atau pemeran utamanya. Belajarlah dari mereka jangan takut bermimpi. Lebih baik gagal tapi mempunyai mimpi dari pada gagal tapi tidak pernah mempunyai mimpi sama sekali. Mulai saat ini aku akan belajar, fokus dan melakukan semuanya dengan bersemangat dan dengan baik untuk apa yang aku pilih sekarang ini. Mimpiku belum berakhir, aku masih mempunyai mimpi bisa melanjutkan pendidikan keluar negeri. Aku akan mengejar mimpi-mimpiku yang semu, aku tidak akan membiarkan hanya sekedar isapan jempol belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar