Jumat, 28 Juni 2019

Implementasi Cloud Computing pada Dunia Bisnis dengan SalesForce



Implementasi Cloud Computing pada Dunia Bisnis dengan SalesForce
Mata Kuliah Pengantar Komputasi Modern (Softskill)













Nama : Rizky Nugraha Putra

NPM : 56415191

Kelas : 4IA17




UNIVERSITAS GUNADARMA
2019


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini telah diadopsi oleh beragam aspek kehidupan, kondisi ini terjadi karena TIK dapat berkolaborasi dengan banyak bidang pengetahuan. Bagi organisasi swasta maupun pemerintah, TIK telah membawa perubahan yang fundamental sehingga menjadi suatu backbone utama untuk banyak sektor. Email dan Facebook yang menjadi media distribusi informasi maupun promosi merupakan beberapa layanan TIK yang berbasis cloud computing. Cloud computing merupakan sebuah mekanisme, dimana sekumpulan TIK resource yang saling terhubung dan nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur maupun aplikasi dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga sehingga memungkinkan customer untuk menggunakan resource tersebut secara on-demand melalui network baik yang sifatnya jaringan private maupun public. Pengguna layanan cloud computing dapat mengakses file secara real time melalui internet tanpa perlu menginstallasi komputer lokal. Banyak perusahaan yang memanfaatkan TIK untuk memajukkan bisnisnya, SalesForce salah satunya. SalesForce adalah perusahaan yang memberikan platform sebagai layanan untuk perusahaan-perusahaan lain di seluruh dunia dan memberikan kemudahaan bagi setiap perusahaan dalam mengembangkan aplikasi dalam bisnis. SalesForce juga bekerja keras untuk memahami tuntutan pada bisnis dan TIK. Perusahaan ini memanfaatkan cloud computing untuk menjalankan bisnisnya dan memberikan layanan berbasis cloud yang mempermudah dalam mengembangkan bisnis. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kajian tentang manfaat penerapan cloud computing dalam hal ini penggunaan SalesForce App Cloud bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing. 



BAB II

LANDASAN TEORI


2.1 Cloud Computing

Cloud computing atau secara kata bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi “Komputasi Awan”,adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam – mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di dalam diagram jaringan komputer. Sebagaimna awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. 

2.2 Sistem Kerja Cloud Computing

Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.

2.3 Tujuan Cloud Computing

Dengan adanya cloud computing akan mengubah paradigma perusahaan atau pun organisasi IT dalam memandanag investasi teknologi komunikasi informasi . “ invertasi untuk modal kapital berubah menjadi biaya operasional dengan besaran yang lebih efisien akibat adanya cloud coumping , dan ini membuat para pengguna (user) bebas berkreasi dan tidak perlu. Menyediakan infrastruktur (data center, processing power, storange, sampai ke aplikasi deskop) untuk dapat memilikisebuah sistem , karena semuannya sudah disebabkan secara virtual. Dengan Cloud Computing kita tidak perlu ladi dikuatikan dengan adannya kompleksitas teknologi saat ini , Perusahaan dan organisasi yang dalam usannya menggunakan Teknologi informasi tidak peru takut dengan hal-hal yang dapat mengancam keamanan sistem informasi. 

2.4 Karakteristik Cloud Computing

Lima karakteristik penting dari cloud computing terbagi menjadi lima, yaitu :
1.      On-demand self-service. 
Tanpa melakukan interaksi dengan penyedia layanan, kemampuan komputasi pengguna dapat ditentukan secara otomatis. Kemampuan komputasi seperti server time dan network storage.
2.      Broad network access. 
Kemampuan yang mengenalkan pengguna ke berbagai platform seperti telepon seluler, tablet, laptop dan workstations yang tersedia melalui akses jaringan.
3.      Resource pooling. 
Sumber daya yang dimiliki penyedia seperti sumber daya penyimpanan, pemrosesan, memori, mesin virtual dan sebagainya, disatukan untuk melayani konsumen virtual serta diberi tugas sesuai permintaan dan secara dinamis. Lokasi sumber daya yang disediakan tidak begitu diketahui oleh pengguna, namun terdapat kemungkinan bahwa lokasi di tingkat yang lebih tinggi dapat ditentukan.
4.      Rapid elasticity. 
Kemampuan yang elastis, dalam hal ini kapasitas layanan dapat dengan mudah diturunkan atau dinaikan sesuai dengan permintaan pengguna. Kapasitas yang ada dalam layanan ini tidak terbatas.
5.      Measured Service. 
Selain kemampuan yang elastis, cloud computing juga menyediakan layanan yang dapat digunakan untuk monitoring dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Layanan ini sebagai bentuk transparansi bagi provider dan pengguna, dimana pengguna dapat mengetahui apa saja sumber daya yang telah digunakan, seperti bandwith, penyimpanan dan pemrosesan. 

2.5 Cloud Software as a Service (Saas)

SaaS (software as a service atau perangkat lunak berbentuk layanan) adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet. Pelanggan tidak mengeluarkan uang untuk memiliki perangkat lunak tersebut melainkan hanya untuk menggunakan. Pelanggan menggunakan perangkat lunak tersebut melalui antarmuka pemrograman aplikasi yang dapat diakses melalui web dan seringkali ditulis menggunakan layanan web atau REST. 
Cloud Software as a Service (SaaS) Provider memberikan keunggulan dimana pengguna tidak perlu memikirkan lisensi software, pengguna dapat menggunakan software yang disediakan dimanapun dan kapanpun serta beroperasi pada infrastruktur cloud. Contoh layanan ini adalah penggunaan terhadap SalesForce,com
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 SalesForce

Salesforce adalah perusahaan yang menyediakan teknologi supaya dapat sesuai dengan kebutuhan bisnis suatu perusahaan. Salesforce merupakan perangkat lunak CRM yang berisikan banyak tools untuk membantu tim penjualan dan juga membantu pengelolaan perusahaan menjadi lebih baik dan benar. Anda dapat dengan mudah mencatat, mengelola dan menganalisis semua aktivitas pelanggan di tempat dengan perangkat lunak berbasis cloud. Itu berarti Anda hanya membutuhkan koneksi internet untuk menangani semua bisnis dari suatu tempat.

3.2 Fungsi SalesForce

SalesForce tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi berfokus pada aplikasi serta hasil. Visinya adalah untuk memberdayakan setiap organisasi atau perusahaan dan setiap jenis pengembang dengan segala yang mereka butuhkan. Dengan begitu SalesForce digunakan untuk meningkatkan efisiensi kepada organisasi atau perusahaan dalam hal kemudahan otomatisasi pelacakan daftar lead sambil memberikan fungsi yang terintegrasi untuk mendorong pendapatan. Dan juga membuat perusahaan lebih hemat dalam membuat kampanye atau penawaran karena dapat dilakukan secara masal melalui email dari data leads berdasarkan segmen yang telah ditargetkan.

3.3 Fitur SalesForce App Cloud

SalesForce App Cloud memiliki fitu-fitur sebagai berikut :
1.      Quickbooks 
Merupakan salah satu layanan pembukuan (akuntansi) terbaik dan dapat membantu dunia bisnis pengguna. Layanan ini memberikan kemudahan dalam hal pencatatan transaksi dan laporan keuangan, termasuk arus kas, penetapan anggaran dan pembuatan laporan keuangan serta rekonsiliasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukkan dan keluaran.
2.      Sistem Manajemen Personalia FairSail 
Aplikasi ini bertujuan untuk dapat meningkatkan produktifitas sumber daya manusia, dan meningkatkan visibilitas karyawan. Perusahaan pasti sangat membutuhkan sistem personalia untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya. FairSail hadir sebagai aplikasi yang menyediakan system terpadu. 
3.      Salesforce Pardot Marketing 
Automation Aplikasi ini meningkatkan efisiensi kepada perusahaan dalam hal kemudahan otomatisasi pelacakan daftar lead sambil memberikan fungsi yang terintegrasi untuk mendorong pendapatan. Dan juga membuat perusahaan lebih hemat dalam membuat kampanye atau penawaran karena dapat dilakukan secara masal melalui email dari data leads berdasarkan segmen yang telah ditargetkan. 
4.      InsightSquared Analytics 
Untuk perusahaan yang ingin berkembang pesat aplikasi ini merupakan salah satu solusi karena dapat melakukan analisis kinerja penjualan. Aplikasi ini juga memberikan visualisai yang menarik dan dashboard untuk melihat hasil penjualan secara real-time, serta memberikan fungsi Business Intelegence. 
5.      GetFeedback 
Perusahaan dapat menggunakan aplikasi ini untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan pasar terhadap produk dan bisnis. Aplikasi ini dibuat dengan tujuan utama untuk customer service yang berguna bagi perusahaan saat ini untuk bersaing dalam pelayanan dengan perusahaan lain. GetFeedback dilengkapi fitur untuk melakukan survei secara online yang dapat diakses menggunakan seluruh perangkat gadget dan notebook selama terkoneksi internet. 
6.      MozyPro 
Layanan ini sangat menghemat biaya karena dengan menggunakan layanan ini pengguna diberikan jamainan keberlangsungan usaha, dalam hal menghadapi bencana serta kerusakan pada sistem. Keunggulan lainnya dapat memberikan fasilitas penjadwalan pencadangan data ke cloud storage, sehingga resiko kehilangan data dapat diminimalisir serta tidak perlu melakukan investasi infrastruktur dan investasi pelatihan staff TIK. 
7.      Evernote 
Layanan ini memberikan kemudahan kepada penggunanya karena memiliki fitur untuk melakukan scan tulisan, coretan di whiteboard hasil rapat juga dapat di-upload dan juga menerjemahkannya ke dalam format teks, sehingga catatan kerja yang biasanya berantakan dapat menjadi lebih rapi. 
8.      Salesforce1 Mobile App 
Layanan ini sangat cocok untuk para corporate marketing karena memiliki fitur online collaboration yang mendukung dalam penjualan produk. Pengguna juga dapat memberi tugas dan memantau kinerja sales dimanapun dan kapanpun melalui smartohone atau tablet, karena pada layanan ini terdapat modul Customer Relationship Management (CRM) SalesForce yang digunakan untuk merencanakan pekerjaan sales di lapangan. 
9.      Box 
Layanan ini membuat penggunanya tidak perlu memikirkan tentang kehilangan data karena aplikasi ini menyediakan kolaborasi bersama dan juga dapat saling memberikan hak akses pada file atau folder dimanapun dan kapanpun, pengguna yang belum memasang Local Area Netwaork (LAN) sangat terbantu dengan layanan ini. Nilai tambah lainnya karena layanan ini mirip susunan folder di MyComputer sehingga sangat userfriendly. 
10.  Geopointe 
Layanan ini memiliki keunggulan dalam hal memberikan kemudahan untuk membagi wilayah penjualan setiap sales berdasarkan area dan pengalaman kerja. Pembagian wilayah penjualan merupakan tantangan saat tim penjualan berkembang pesat. 

3.4 Alasan Penggunaan Cloud Computing

Terdapat sembilan alasan untuk menggunakan cloud computing, yaitu :
1.      Mengurangi Biaya Pengguna teknologi cloud, tidak perlu membangun infrastruktur cloud, baik perangkat lunak, perangkat keras, server, jaringan maupun bandwidth, karena semua disediakan oleh perusahaan penyedia jasa cloud. Pengguna cukup membayar sewa sesuai kebutuhan operasionalnya. Dengan demikian maka pengguna akan menghemat biaya. 
2.      Meningkatan Kapasitas Penyimpanan Pengguna cloud dapat menentukan sendiri besarnya kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan sehingga menghilangkan kebutuhan upgrade memori komputer. 
3.      Otomatisasi Dengan teknologi cloud computing, pengguna ataupun organisasi tidak perlu melakukan pembentukan tim khusus untuk menangani update dan back-up sistem. Hal ini dikarenakan server akan selalu di update oleh pihak vendor atau jasa penyedia cloud sesuai permintaan pengguna atau perusahaan.
4.      Fleksibel Fleksibilitas yang ditawarkan cloud computing lebih banyak daripada metode komputasi konvensional. Hal ini dikarenakan cloud computing memiliki fleksibilitas lebih dari sistem komputasi jaringan lainnya, serta menghemat waktu sekaligus biaya untuk para pengguna yang sibuk dan yang tidak mempunyai sumber daya yang tersedia.
5.      Lebih Mobilitas Pengguna dapat mengakses informasi dimanapun mereka berada/ubiquitos selama 24 jam penuh, berarti pekerjaan dapat dilakukan dimana saja dengan menggunakan smartphone, tablet, laptop selama memiliki koneksi dan akses ke jaringan internet.
6.      Memungkinkan TIK Untuk Tetap Fokus Update server yang secara regular dilakukan dan masalah komputasi lain tidak perlu dikhawatirkan, perusahaan/pengguna dapat bebas untuk berkonsentrasi pada inovasi produk perusahaan tanpa memikirkan bagaimana infrastruktur berjalan.
7.      Berbagi Sumber Daya Teknologi cloud computing mempunyai kemampuan untuk berbagi sumber daya (memori, penyimpanan, bandwidth, dan lainnya), sehingga memungkinkan seluruh karyawan untuk mengakses sumber daya melalui cloud computing. Lebih dapat menghemat waktu dan biaya dengan menempatkan sumber daya dalam satu lokasi yang mudah diakses oleh para karyawan. 
8.      Bisnis Agility Memungkinkan perusahaan untuk menjadi lebih aktif, dimana kecepatan pemesanan kapasitas dan layanan yang disediakan oleh provider merupakan elemen penting dari cloud computing. Banyak provider cloud computing yang menggunakan infrastruktur software supaya lebih mudah menambahkan, memindahkan serta mengubah aplikasi sesuai kebutuhan pengguna. Keuntungan besar yang didapatkan oleh pengguna adalah karena cloud computing sangat dinamis dan elastis.
9.      Satu Paket Back-up dan Pemulihan Bencana Cloud computing memberikan kemudahan bagi pengguna dalam hal backup dan juga pemuliahan pasca bencana. Dimana, proses backup dan juga pemulihan ditanggung oleh provider sehingga menghemat dari segi biaya maintanance.


BAB IV
KESIMPULAN

Kesimpulan

Dampak positif dari pemanfaatan TIK adalah bagi perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan yang lebih besar (enterprise) dengan menggunakan teknologi cloud computing karena menjadi solusi untuk menghemat biaya infrastuktur TIK dalam mengembangkan usaha. SalsesForce memanfaatkan teknologi cloud computing dengan baik sehingga membuat model bisnis lebih fleksibel, lebih cepat mengetahui kebutuhan pasar dan juga konsumen karena selalu terhubung melalui akses internet dan dapat diakses sepanjang waktu. Dengan menerapkan teknologi ini, maka terdapat 10 manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan. Berdasarkan pembahasan di atas maka, perusahaan-perusahaan yang ingin berkembang harus memanfaatkan TIK sebagai bagian dari operasional bisnis jika tidak maka diprediksi akan kalah bersaing dalam era global.

Daftar Pustaka

  1. AFDHAL., 2013. Studi Perbandingan Layanan Cloud Computing. Jurnal Rekayasa Elektrika, vol.10, no.4, pp.193-201.
  2. ANIK, A., 2013. Pemanfaatan Cloud Computing Dalam Pengembangan Bisnis. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia, pp.13-18.
  3. ASHARI, A., & SETIAWAN, H., 2011. Cloud Computing : Solusi ICT ?. Jurnal Sitem Informasi, JSI., vol.3, no.2, pp.336-345.
  4. EFFENDI, M.R., 2016. Penerapan Teknologi Cloud Computing Di Universitas (Studi Kasus: Fakultas Teknologi Informasi Universitas Bayangkara Jakarta). Jurnal Teknologi Informasi, vol.12, no.1, pp.7-14..
  5. MUTIA, I., 2016. Penerapan Teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing) Untuk Pembelajaran Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Faktor Exacta, vol.9, no.3, pp.283- 292.
  6. WARJIYONO., 2014. Kajian E-Business Berbasis Cloud Computing Dalam Menghadapi Pasar Bebas ASEAN Economic Community 2015. Bianglala Informatika, vol.2, no.2, pp.55-62.