Implementasi Cloud Computing pada
Dunia Bisnis dengan SalesForce
Mata Kuliah Pengantar Komputasi Modern (Softskill)
Nama : Rizky Nugraha Putra
NPM : 56415191
Kelas : 4IA17
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) saat ini telah diadopsi oleh beragam aspek kehidupan, kondisi ini terjadi
karena TIK dapat berkolaborasi dengan banyak bidang pengetahuan. Bagi
organisasi swasta maupun pemerintah, TIK telah membawa perubahan yang
fundamental sehingga menjadi suatu backbone utama untuk banyak sektor. Email
dan Facebook yang menjadi media distribusi informasi maupun promosi merupakan
beberapa layanan TIK yang berbasis cloud computing. Cloud computing merupakan
sebuah mekanisme, dimana sekumpulan TIK resource yang saling terhubung dan
nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur maupun aplikasi dimiliki dan
dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga sehingga memungkinkan customer untuk
menggunakan resource tersebut secara on-demand melalui network baik yang
sifatnya jaringan private maupun public. Pengguna layanan cloud computing dapat
mengakses file secara real time melalui internet tanpa perlu menginstallasi
komputer lokal. Banyak perusahaan yang memanfaatkan TIK untuk memajukkan
bisnisnya, SalesForce salah satunya. SalesForce adalah perusahaan yang
memberikan platform sebagai layanan untuk perusahaan-perusahaan lain di seluruh
dunia dan memberikan kemudahaan bagi setiap perusahaan dalam mengembangkan
aplikasi dalam bisnis. SalesForce juga bekerja keras untuk memahami tuntutan
pada bisnis dan TIK. Perusahaan ini memanfaatkan cloud computing untuk
menjalankan bisnisnya dan memberikan layanan berbasis cloud yang mempermudah
dalam mengembangkan bisnis. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kajian
tentang manfaat penerapan cloud computing dalam hal ini penggunaan SalesForce
App Cloud bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Cloud Computing
Cloud computing atau secara kata
bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi “Komputasi
Awan”,adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan
pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Cloud computing adalah sebuah konsep
pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal
(LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data dan
media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared
service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam –
mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan.
Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering
digambarkan di dalam diagram jaringan komputer. Sebagaimna awan dalam diagram
jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan
abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu
metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan
sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya
lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli
dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang
membantunya.
2.2 Sistem Kerja Cloud Computing
Sistem Cloud bekerja menggunakan
internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna
untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi
yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media
penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara
virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut
dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi
kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan
halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima
sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.
2.3 Tujuan Cloud Computing
Dengan adanya cloud computing akan
mengubah paradigma perusahaan atau pun organisasi IT dalam memandanag investasi
teknologi komunikasi informasi . “ invertasi untuk modal kapital berubah
menjadi biaya operasional dengan besaran yang lebih efisien akibat adanya cloud
coumping , dan ini membuat para pengguna (user) bebas berkreasi dan tidak
perlu. Menyediakan infrastruktur (data center, processing power, storange,
sampai ke aplikasi deskop) untuk dapat memilikisebuah sistem , karena semuannya
sudah disebabkan secara virtual. Dengan Cloud Computing kita tidak perlu ladi
dikuatikan dengan adannya kompleksitas teknologi saat ini , Perusahaan dan
organisasi yang dalam usannya menggunakan Teknologi informasi tidak peru takut
dengan hal-hal yang dapat mengancam keamanan sistem informasi.
2.4 Karakteristik Cloud Computing
Lima karakteristik penting dari
cloud computing terbagi menjadi lima, yaitu :
1.
On-demand self-service.
Tanpa melakukan interaksi dengan penyedia layanan, kemampuan
komputasi pengguna dapat ditentukan secara otomatis. Kemampuan komputasi
seperti server time dan network storage.
2.
Broad network access.
Kemampuan yang mengenalkan pengguna ke berbagai platform
seperti telepon seluler, tablet, laptop dan workstations yang tersedia melalui
akses jaringan.
3.
Resource pooling.
Sumber daya yang dimiliki penyedia seperti sumber daya
penyimpanan, pemrosesan, memori, mesin virtual dan sebagainya, disatukan untuk
melayani konsumen virtual serta diberi tugas sesuai permintaan dan secara
dinamis. Lokasi sumber daya yang disediakan tidak begitu diketahui oleh
pengguna, namun terdapat kemungkinan bahwa lokasi di tingkat yang lebih tinggi
dapat ditentukan.
4.
Rapid elasticity.
Kemampuan yang elastis, dalam hal ini kapasitas layanan
dapat dengan mudah diturunkan atau dinaikan sesuai dengan permintaan pengguna.
Kapasitas yang ada dalam layanan ini tidak terbatas.
5.
Measured Service.
Selain kemampuan yang elastis, cloud computing juga
menyediakan layanan yang dapat digunakan untuk monitoring dan mengoptimalkan
penggunaan sumber daya. Layanan ini sebagai bentuk transparansi bagi provider
dan pengguna, dimana pengguna dapat mengetahui apa saja sumber daya yang telah
digunakan, seperti bandwith, penyimpanan dan pemrosesan.
2.5 Cloud Software as a Service (Saas)
SaaS (software as a service atau
perangkat lunak berbentuk layanan) adalah suatu model penyampaian aplikasi
perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi
web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak
ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet. Pelanggan tidak
mengeluarkan uang untuk memiliki perangkat lunak tersebut melainkan hanya untuk
menggunakan. Pelanggan menggunakan perangkat lunak tersebut melalui antarmuka
pemrograman aplikasi yang dapat diakses melalui web dan seringkali ditulis
menggunakan layanan web atau REST.
Cloud Software as a Service (SaaS)
Provider memberikan keunggulan dimana pengguna tidak perlu memikirkan lisensi
software, pengguna dapat menggunakan software yang disediakan dimanapun dan
kapanpun serta beroperasi pada infrastruktur cloud. Contoh layanan ini adalah
penggunaan terhadap SalesForce,com
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 SalesForce
Salesforce adalah perusahaan yang
menyediakan teknologi supaya dapat sesuai dengan kebutuhan bisnis suatu
perusahaan. Salesforce merupakan perangkat lunak CRM yang berisikan banyak
tools untuk membantu tim penjualan dan juga membantu pengelolaan perusahaan
menjadi lebih baik dan benar. Anda dapat dengan mudah mencatat, mengelola dan
menganalisis semua aktivitas pelanggan di tempat dengan perangkat lunak
berbasis cloud. Itu berarti Anda hanya membutuhkan koneksi internet untuk
menangani semua bisnis dari suatu tempat.
3.2 Fungsi SalesForce
SalesForce tidak hanya berbicara
tentang teknologi, tetapi berfokus pada aplikasi serta hasil. Visinya adalah
untuk memberdayakan setiap organisasi atau perusahaan dan setiap jenis
pengembang dengan segala yang mereka butuhkan. Dengan begitu SalesForce
digunakan untuk meningkatkan efisiensi kepada organisasi atau perusahaan dalam
hal kemudahan otomatisasi pelacakan daftar lead sambil memberikan fungsi yang
terintegrasi untuk mendorong pendapatan. Dan juga membuat perusahaan lebih
hemat dalam membuat kampanye atau penawaran karena dapat dilakukan secara masal
melalui email dari data leads berdasarkan segmen yang telah ditargetkan.





