Jumat, 13 Januari 2017

Pengantar Teknologi Internet dan New Media



Pengantar Teknologi Internet dan New Media
Pengertian Internet
Internet merupakan singkatan dari interconnected networking yang berarti hubungan antar beberapa jaringan, yang dapat pula diartikan sebagai sistem global(dunia) dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar internet protocol suite (TCP/IP). Para pengguna internet bisa berbagi informasi satu sama lainnya, mulai dari teks, gambar, audio, video, dan lainnya dengan mudah. Waktu dan jarak pun menjadi tidak begitu berarti.

Internet dijadikan sebagai komponen New Media karena dengan Internet kita dapat mengakses berbagai informasi dimanapun kita berada. Internet memudahkan kita untuk melakukan sebuah interaksi sosial dengan manusia sekitar.

Pengertian New Media 


Media menurut bahasa berarti perantara. pengertian secara umumnya Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Kata media berasal dari bahasa latin yang memiliki arti sebagai perantara sebuah informasi dengan penerima informasi. Yang artinya New Media secara bahasa dapat berarti “perantara baru”. Istilah New Media sebenarnya baru muncul di akhir abad ke 20, digunakan untuk menyebut media baru yang menggabungkan berbagai media konvensional di Internet. Teknologi yang digambarkan sebagai New Media mempunyai ciri digital, sering mempunyai karakteristik dimanipulasi, melalui jaringan, padat, kompresibel, interaktif dan tidak memihak.

Pandangan New Media

New Media adalah suatu komponen yang sangat penting dalam kehidupan globalisasi saat ini, semua kegiatan pemberian informasi dapat di akses melalui komponen new mwdia. Youtube, Facebook, Twitter menjadi suatu kebutuhan keseharian kita. Dan media-media ini sangatlah berpengaruh dalam dunia nyata, tidak di dunia maya.
Menurut para ahli :
Menurut Everett M. Rogers (dalam Abrar, 2003:17-18) merangkumkan perkembangan media komunikasi ke dalam empat era. Pertama, era komunikasi tulisan, Kedua, era komunikasi cetak, Ketiga, era telekomunikasi, dan Keempat, era komunikasi interaktif. Media baru adalah media yang berkembang pada era komunikasi interaktif.
Menurut Ron Rice mendefinisikan media baru adalah media teknologi komunikasi yang melibatkan komputer di dalamnya (baik mainframe, PC maupun Notebook) yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun dengan informasi yang diinginkan.
Sementara menurut McQuail, media baru adalah tempat dimana seluruh pesan komunikasi terdesentralisasi; distribusi pesan lewat satelite meningkatkan penggunaan jaringan kabel dan komputer, keterlibatan audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat.

Manfaat New Media

New Media memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:
  • Arus informasi yang dapat dengan mudah dan cepat diakses dimana saja dan kapan saja
  • Bisa digunakan sebagai media transaksi jual beli
  • Sebagai media hiburan contohnya game online, jejaring sosial, streaming video dll.
  • Sebagai media komunikasi yang efisien kita dapat berkomunikasi dengan orang yang berada jauh sekalipun, bahkan bertatap muka dengan video conference
  • Buku digital yang mudah dan praktis untuk sarana pendidikan.

Komponen New Media

·         Mobile Phone / Handphone


            Handphone atau smart phone dapat dijadikan sebagai New Media karena dengan smartphone kita dapat mengakses beberapa situs jejaring sosial diantaranya facebook, twitter, email, plurk, foursquare, path, dan lain sebagainya. Dengan smartphone kita dapat lebih cepat mendapatkan informasi yang kita inginkan atau juga memberikan informasi yang kita dapatkan sesuai kenyataan. Misalnya di Twitter kita bisa mendapatkan informasi tentang keajadian sekitar dengan memfollow akun yang berhubungan dengan berita yang baru.

·         Internet


            Internet dijadikan sebagai komponen New Media karena dengan Internet kita dapat mengakses berbagai informasi dimanapun kita berada. Internet memudahkan kita untuk melakukan sebuah interaksi sosial dengan manusia sekitar.

·         Komputer



            Komputer dijadikan sebagai komponen New Media karena komputer juga dapat memudahkan kita mendapatkan informasi. Ketiga komponen diatas tidak dapat saling dipisahkan. Ketiga komponen diatas saling berkaitan dan harus seimbang dalam pemakaiannya

Komponen lainnya:
  • DVDs (Digital Versatile Disc or Digital Video Disc)
  • VCDs (Compact Disc)
  • Portable Media Player
  • Video Game
  • Virtual Reality
Aplikasi New Media

Aplikasi di Internet yang mengembangkan New Media adalah Facebook, Twitter, dan Youtube.

Facebook
Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya. Di facebook kita bisa menemukan teman kita yang sudah lama tak bertemu dan juga dapat menemukan banyak teman baru yang berasal dari seluruh dunia.

Selain itu kita bisa menyimpan foto dan video di Facebook. Kita juga bisa sharing kepada teman-teman kita jika punya foto atau video baru, yang dapat dilihat saudara dan teman kita yang jauh.
Twitter

            Twitter adalah layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter, yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet). Twitter didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey, dan situs jejaring sosialnya diluncurkan pada bulan Juli. Sejak diluncurkan, Twitter telah menjadi salah satu dari sepuluh situs yang paling sering dikunjungi di Internet, dan dijuluki dengan "pesan singkat dari Internet." Di Twitter, pengguna tak terdaftar hanya bisa membaca kicauan, sedangkan pengguna terdaftar bisa memosting kicauan melalui antarmuka situs web, pesan singkat (SMS), atau melalui berbagai aplikasi untuk perangkat seluler.

            Twitter mengalami pertumbuhan yang pesat dan dengan cepat meraih popularitas di seluruh dunia. Hingga bulan Januari 2013, terdapat lebih dari 500 juta pengguna terdaftar di Twitter, 200 juta di antaranya adalah pengguna aktif.  Lonjakan penggunaan Twitter umumnya berlangsung saat terjadinya peristiwa-peristiwa populer. Pada awal 2013, pengguna Twitter mengirimkan lebih dari 340 juta kicauan per hari, dan Twitter menangani lebih dari 1,6 miliar permintaan pencarian per hari. Hal ini menyebabkan posisi Twitter naik ke peringkat kedua sebagai situs jejaring sosial yang paling sering dikunjungi di dunia, dari yang sebelumnya menempati peringkat dua puluh dua.
Tingginya popularitas Twitter menyebabkan layanan ini telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam berbagai aspek, misalnya sebagai sarana protes, kampanye politik, sarana pembelajaran, dan sebagai media komunikasi darurat. Twitter juga dihadapkan pada berbagai masalah dan kontroversi seperti masalah keamanan dan privasi pengguna, gugatan hukum, dan penyensoran.
            Twitter dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter, Inc., yang berbasis di San Francisco, dengan kantor dan server tambahan terdapat di New York City, Boston, dan San Antonio.

Youtube 

Youtube adalah media untuk upload video secara grais dari file anda dan bisa di share secara online. YoutTube sangat cocok bagi kita yang ingin mencari informasi tanpa harus membaca artikel karena kebaynyakan Youtube di video-kan dala bentuk lisan oleh authornya.

Daftar Pustaka

Jumat, 08 Juli 2016

Sutan Takdir Alisyahbana

A.    Latar Belakang Sutan Takdir Alisyahbana
           Sutan Takdir Alisyahbana dilahirkan di Natal, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 11 Februari 1908, dan meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 dalam usia 86 tahun. Dinamai Takdir karena jari tanganna hanya ada 4. Ibunya seorang Minangkabau yang telah turun temurun menetap di Natal, Sumatera Utara sementara ayahnya, Raden Alisyahbana gelar Sutan Arbi, ialah seorang guru. Kakeknya, Sutan Mohamad Zahab, dikenal sebagai seseorang yang dianggap memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas.
            Mula-mula STA sekolah di HIS (Hollandsch Inlandsche School) di Bengkulu (1915-1921) kemudian melanjutkan sekolahnya di Kweekschool, Bukit Tinggi, Lahat, Muara Enim (1921-1925) dan Hogere Kweekschool, Bandung ( 1925-1928) serta Hoofdacte Cursus di Jakarta (1931-1933), yang merupakan sumber kualifikasi tertinggi bagi guru di Hindia Belanda pada saat itu. Kemudian di Rechtschogeschool, Jakarta. Pada tahun 1942 Sutan Takdir Alisyahbana mendapat gelar Meester in de rechten (Sarjana Hukum). Sutan Takdir juga mengikuti kuliah-kuliah tentang ilmu bahasa umum, kebudayaan Asia, dan filsafat. Ia menerima gelar Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).
            Sutan Takdir pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), dan guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968).
            Sebagai anggota Partai Sosialis Indonesia, Sutan Takdir menjadi anggota parlemen (1945-1949), anggota Komite Nasional Indonesia, dan anggota Konstituante (1950-1960). Selain itu, ia menjadi anggota Societe de linguitique de Paris (sejak 1951), anggota Commite of Directors of the International Federation of Philosophical Sociaties (1954-1959), anggota Board of Directors of the Study Mankind, AS (sejak 1968), anggota World Futures Studies Federation, Roma (sejak 1974), dan anggota kehormatan Koninklijk Institute voor Taal, Land en Volkenkunde, Belanda (sejak 1976). Dia juga pernah menjadi Rektor Universitas Nasional, Jakarta, Ketua Akademi Jakarta (1970-1994), dan pemimpin umum majalah Ilmu dan Budaya (1979-1994), dan Direktur Balai Seni Toyabungkah, Bali (-1994).
            Sutan Takdir merupakan tokoh terkemuka dalam sejarah kesusastraan dan pemikiran kebudayaan di Indonesia. Dia banyak menulis puisi, novel, esai-esai sastra, bahasa serta tulisan ilmiah mengenai filsafat, ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Dia juga menaruh minat pada sejarah intelektual Islam, khususnya pemikiran Ibn Rusyd dan menjelang akhir hayatnya kepada Muhammad Iqbal.
            Kiprahnya di dunia sastra dimulai dengan tulisannya Tak Putus Dirundung Malang (1929). Disusul dengan karyanya yang lain, yaitu Diam Tak Kunjung padam (1932), Layar Terkembang 1936, Anak Perawan di Sarang Penyamun (1941l), Grotta Azzura (1970), Tebaran Mega, Kalah dan Menang (1978), Puisi Lama (1941), dan puisi Baru (1946).
            Dalam novel Layar Terkembang yang sudah beberapa kali di cetak ulang STA merenuangkan gagasannya dalam memajukan masyarakat, terutama gagasan memajukan peranan kaum wanita melalui tokoh Tuti sebagai wanita Indonesia yang berpikiran maju yang aktif dalam pergerakan wanita.

B.     Karya – Karya Sutan Takdir Alisyahbana.
            Adapun karya-karya Sutan Takdir Alisjabana sangatlah banyak, sejak tahun 1929 sampai tahun 1994 ia sebelum ia meninggal lebih dari 40 buku hasil karyanya yang sudah diterbitkan, mulai karangannya yang berbentuk novel, sajak, roman, kebudayaan, filsafat dan lain-lain. Agar memudahkan penulis sehingga nantinya dapat mengenali dalam memilah antara karyanya yang berupa satra, puisi, pendidikan dan lain-lain, penulis berusaha seoptimal mungkin memaparkan hasil karya-karya Sutan Takdir dengan mengelompokkan karyanya ke dalam bagian sastra, bahasa, puisi, seni, filsafat dan pendidikan, berikut di bawah ini adalah karya karyanya:  
SASTRA
A.       FIKSI
1.      1929- Tak Putus Dirundung Malang Jakarta: Dian Rakyat (novel)
2.      1932- Dian Tak Kunjung Padam, Jakarta: Dian Rakyat (novel)
3.      1936- Layar Terkembang, Jakarta: Balai Pustaka (novel)
4.      1940- Anak Perawan di Sarang Penyamun, Jakarta: Dian Rakyat (novel)
5.      1970 & 1971- Grotta Azzura, Jakarta: Dian Rakyat (novel tiga jilid)
6.      1978- Kalah dan Menang, Jakarta: Dian Rakyat, (novel)  Anak Yang Bodoh, Jakarta: Pustaka Rakyat

B.       NON FIKSI
7.      1941- Puisi Lama (kumpulan dan komentar tentang puisi Indonesia Kelasik, bunga rampai,),  Jakarta: Dian Rakyat
8.      1946- Puisi Baru (kumpulan dan komentar tentang puisi Indonesia Moderen, bunga rampai), Jakarta: Dian Rakyat.
9.      1939- Kebangkitan Puisi Baru Indonesia (kumpulan karangan tentang puisi), Jakarta: Dian Rakyat.
10.  1977- Perjuangan Tanggungjawab dalam Kesusasteraan Indonesia (kumpulan karangan tentang Kesusasteraan), Jakarta: Pustaka Jaya. 1978- Amir Hamzah sebagai Penyair dan Uraian sajak Nyanyi Sunyi, Jakarta: Dian Rakyat. 
SENI
11.  1980- Perempuan di Persimpangan Zaman, Jakarta: Dian Rakyat.
12.  1982- Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab.
13.  1983- Kebangkitan: Suatu Drama Mitos Tentang Bangkitnya Dunia Baru, Jakarta: Dian Rakyat,.
14.  1985- Seni dan Sastra: Ditengah – tengah pergolakan Masyarakat dan Kebudayaan, Jakarta: Dian Rakyat.
BAHASA
Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)
15.  1945- Kamus Istilah I dan II, Jakarta: Pustaka Rakyat.
16.  1949- Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia I dan II, Jakarta: Pustaka
RAKYAT.
17.  1956- Sejarah Bahasa Indonesia, Jakarta: Pustaka Rakyat.
18.  1957- Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia (kumpulan karangan tentang Bahasa Indonesia), Jakarta: Dian Rakyat.
19.  1962- The Indonesian language and literature
20.  1964- The Failure of Modern Linguistics in the Face of Linguistics Problems of the twentieth Century, Kuala Lumpur, University of
MALAYA.
21.  1967- The Modernization of Language in Asia Kuala Lumpur: Malaysian Society of ASEAN Studies.
22.  1976- Language Planning for Modernization: the Case of Indonesian and Malaysian New York: Mouton
23.  1977- Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Moderen (kumpulan karangan tentang Bahasa Indonesia dari tahun 1957-1978), Jakarta: Dian Rakyat.
KUMPULAN PUISI 
24.  1935- Tebaran Mega (kumpulan sajak), Jakarta: Pustaka Rakyat.
25.  1978- Lagu Pemacu Ombak, Jakarta: Dian Rakyat, .
26.  1980- Perempuan di Persimpangan Zaman (ditarikan di Balai Seni Toyabungkah, 1980), Jakarta: Dian Rakyat.
27.  1987- Sajak-sajak dan Renungan, Jakarta: Dian Rakyat.
28.  1983- Kebangkitan: Suatu drama Mitos Tentang Bangkitnya Dunia Baru, Jakarta: Dian Rakyat.
KEBUDAYAAN
29.  1950- Soal kebudayaan Indonesia di tangah – tengah Dunia, Jakarta: Pustaka Rakyat
30.  1957- Perjuangan Automoni dan Kedudukan Adat didalamnya, Jakarta: Pustaka Rakyat.
31.  1961- Indonesian: Social and Cultural Revolution, Kuala Lumpur: Oxford University Press,  1988.
32.  1965- The cultural Forces in Asia and International Understanding (Co-editorship with Prof. Eliezer), Kuala Lumpur: University Press.
33.  1967- The Cultural Problems of Malaysia in the context of Southeast Asia (Co-editorship with Prof. Taniagayam And Wang Gungwu), Kuala Lumpur: The Malaysia Society of Orientalist.
34.  1975- Perkembangan Sejarah Kebudayaan di lihat dari Jurusan Nilai – nilai, Jakarta: Idaya.
35.  1983- Socio-cultural Creativity: In the Converging and Restructuring Process of the New Emerging World, Jakarta:Dian Rakyat.
36.  1987- BUMANTARA: T he Integretion of Southeast-Asia and Its Perspectives in the Future, Jakarta: Dian Rakyat.
37.  1989- The Concept of Culture and Civilization: Problems of National Identity and the Emerging World in Anthropology and Sociology, Jakarta: Dian Rakyat.
PENDIDIKAN
38.  1954- Museum Sebagai alat Pendidikan Zaman Baru, Jakarta: Pustaka Rakyat. 
39.  1983- Kreativitas (sebagai contoh), Jakarta: Dian Rakyat.
FILSAFAT
40.  1945- Pembimbing ke Filsafat, Jakarta: Pustaka Rakyat & Dian Rakyat
41.  1956- Kerisis Akhlak Pemuda Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
42.  1966- Essay of a New Anthropology: Values as Integrating.
43.  1982- Kelakuan Manusia Ditengah – tengah Alam Semesta,  Jakarta: Dian Rakyat
44.  1983- Dasar – dasar Kerisis Alam Semesta dan Tanggung Jawab Kita (kumpulan 13 makalah symposium “Dasar - dasar Kerisis Semesta dan Tanggung Jawab Kita,  Universitas Nasional Jakarta, Jakarta: Dian Rakyat.
45.  1986- Forces in Personality, Society and Culture, Kuala Lumpur: University of Malaya, edisi ke 3, 1986. Diterjemahkan: Antropology Baru: Nilai – nilai Sebagai Tenaga Integrasi dalam Pribadi, Masyarakat dan Kebudayaan, Jakarta: Dian Rakyat, cetakan I, 1988

C.    Kelebihan dan Kekurangan Sutan Takdir Alisyahbana
Kelebihan Sutan Takdir Alisyahbana
1.             Sutan Takdir alisyahbana telah membuat lebih dari 40 hasil karyanya sendiri.
2.             Sutan Takdir Alisyahbana seorang satrawan yang sangat peduli terhadap perkembangan di indonesia dan besarnyaa pengaruh beliau dalam dunia sastra
3.             Sutan Takdir Alisyahbana selain  terkenal dengan buah tangannya sebagai pengarang roman yang indah dan hidup bahasanya, terkenal pula sebagai penulis  essei , Prosa, novel dll
Kekurangan Sutan Takdir Alisyahbana
1.             Ia hanya mamehami manusia dengan pendekatan antropologis-sosiologis, yang hanya menekankan manusia sebagai makhluk berbudaya yang memiliki tanggungjawab sosial.
2.             Sutan Takdir kurang memberi perhatian kepada manusia dari aspek proses kejadiannya, yang menuntut tanggungjawab manusia sebagai Abid dan Khalifah.
3.             Sutan Takdir juga tidak melihat manusia berdasarkan potensi psikologis yang dimiliki, antara lain hati, nafsu, akal dan ruh, yang juga sangat penting untuk dipahami, terutama dikaitkan dengan aktifitas dan kecenderungan manusia dalam kehidupannya di dunia

D.   Kesimpulan
Tidak banyak yang dapat disimpulkan oleh peneliti tentang konsep kebudayaan Indonesia yang dijelaskan Sutan Takdir Alisjahbana. Sebuah pemikiran yang sangat brilian yang pernah diperdebatkan pada tahun 1930, yang lebih dikenal dengan polemik kebudayaan. Dapat disimpulkan bahwa kebudayaan Indonesia menurut Sutan Takdir adalah kebudayaan dinamis dan progesif, bukan kebudayaan yang dikuasai oleh pengaruh-pengaruh agama dan mistik, juga bukan kebudayaan yang feodal. KebudayaanIndonesia adalah kebudayaan yang pernah terjadi pada kebudayaan Barat, yaitu sebuah kebangkitan budaya dari belenggu mitos dan agama. Ruh dan semangatnya harus ditumbuhkan pada bangsa Indonesia demi kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Dalam hal ini Sutan Takdir mempunyai pandangan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki kebudayaan yang masyarakatnya mempunyai perhatian terhadap pentingnya intelektualisme, individualisme dan materialisme. Begitu juga, adanya semangat nasionalisme kebudayaan Indonesia harus ditumbuhkan pada diri bangsa Indonesia, yaitu sebuah kebudayaan yang tidak hanya bersemangat dan memprioritaskan kepada budaya daerahnya masing-masing, melainkan mereka hanya memprioritaskan demi kepentingan kebudayaan Nasional Indonesia.
Bahwa setiap kebudayaan nasional bertumpu pada nilai-nilai budaya yang masih hidup dan dihayati oleh masyarakatkiranya tidak seorang pun menyangkalnya. Namun gagasan pokok yang harus diutarakan ialah bahwa untuk menyusun suatu kebijaksanaan kebudayaan nasional tidaklah cukup dengan melandaskan dari bentuk-bentuk kebudayaan yang ada, melainkan harus dilengkapi dan dibuahi oleh pemikiran-pemikiran yang ditarik dari hakekat kebudayaan. Sebab suatu kebudayaan naisonal dimaksudkan sebagai suatu visi masa depan, suatu pandangan mengenai bagaimana suatu bangsa dapat menyongsong dan mammpu menghadapi tantangan serta masalah hidup dengan baik. Sutan Takdir menempatkan titik tolak pemikiran kebudayaannya pada budi manusia, ini mengidintifkasi bahwa Sutan Takdir adalah seorang subyektivis. Sedangkan mekanisme subyektivisme yang serta meninggalkan logika forma dalam metoda, merupakan bagian dari ciri filsafat modern. Karena itu Sutan Takdir langsung masuk ke dalam golongan penganut filsafat modern. Ini kebalikan dari ciri-ciri filsafat Skolastik (filsafat abad pertengahan), yaitu pluralisme, Sutan Takdir juga menerima adanya intuisi yang mentrasedenkan realitas persepsi inderawi, tetapi kemampuan itu berada diluar jangkauan nilai teori. Selain itu, kecenderungan pemikiran Sutan Takdir yang dituangkan dalam konsep kebudayaan Indonesia dapat dimasukkan ke dalam kutub rasionalisme Enlightementatau fundamentalisme rasionalis. Kutub pemikiran seperti ini pastilah berhadapan dengan dua kutub lain yang menjadi pesaing atau pecundang sengitnya, yaitu fundamentalisme keagamaan dan posmodernisme yang bisa disebut juga
Sebagai fundamentalis relativis. Yang membuat pemikiran Sutan Takdir berbeda dengan pemikiran madzab rasionalis yang lain ialah semangatnya. Semangat yang melatari pemikiran Sutan Takdir adalah semangat idealisme romantik yang berakar dalam gerakan Sturm und Drang di Jerman awal abad ke-19 M dengan tokoh-tokohnya yang terkenal seperti Schiller, Goethe, Schelling, dan lain-lain. Di belakangnya lagi adalah idealisme Hegel dan pemikiran Neo-Kantianism.